author POV
Lisa syafiena umur 24 tahun kelahiran Sunda. bekerja sebagai Human Resource diperusahaan makanan rumahan siap saji berbahan dasar seafood yang sudah memiliki hampir 20 cabang di setiap penjuru.
Lisa juga sudah membuka usaha coffeshop sendiri dan memiliki 2 karyawan. (hanya Lisa seorang yang tau)
Bagas Hernanda umur 24 tahun kelahiran Jawa. masih kuliah yang disambi dengan project-project penghasil uang, berasal dari keluarga berpendidikan. ayah dan ibunya pensiunan PNS. mengenal Lisa sejak SMA dan mulai berpacaran pada pandangan pertama
Reynaldo bara umur 24 tahun kelahiran Betawi. bekerja sebagai Staff Finance diperusahaan pertambangan. mengenal Lisa sejak orok.
-
-
-
-
Lisa POV
saat ini aku sedang mengambil cuti tahunan ku sebanyak 12 hari. bukanlah healing dan traveling tapi apa yang kuperbuat? hamil? dan Bagas?
dan memang aku kekeuh izin pindah kepada orangtua ku untuk tinggal di kos-kosan dekat kantor.
tapi saat ini, aku belum bertemu orangtua ku menyatakan kalau aku cuti dan langsung menuju apartemen Bagas.
sudah 1 Minggu sejak aku hamil. tapi Bagas masih tidak ada pertanggungjawaban. dan kuputuskan untuk kembali ke kosan ku serta menyudahi cuti ku.
terakhir Bagas datang hanya untuk meluapkan emosinya. meminta berhubungan walau dia tau aku sedang hamil.
-
sesampai dirumah langsung ku rebahkan tubuhku, masih ada waktu seminggu lagi untukku beristirahat dirumah.
tring!
(Bu, hari ini tidak jadi meeting?) pesan dari salah satu karyawan ku
"astaga, aku lupa."
ya, saat ini coffeshop ku sedang ramai-ramainya sehingga aku perlu mempertahankan kualitas pegawai ku.
segera ku memesan ojek online dan melaju kesana.
-
selesai meeting yang bisa dibilang singkat itu, aku pun berniat untuk segera pulang.
tapi kawasan coffeshop ku terlalu damai, hingga tak sadar ku langkahkan kaki menyusuri taman yang banyak dilalui kaula muda bahkan keluarga kecil nan bahagia.
aku ingat butuh perjuangan untuk mendapatkan lokasi bisnis coffeshop ku ini. dulu tidak seperti ini, karena kawasan didepan ruko sudah diperuntukan menjadi hunian. kawasan ini diperindah guna menarik pasangan muda milenial
-
sesampainya di kosan
toktok~
"siapa ya?" tanyaku masih pada posisi rebahan
"sayang, bukain dong" seseorang diluar sana menjawabku.
ku bukakan pintu yang terkunci itu.
kulihat Bagas didepan sana.
menyerobot masuk dan duduk dipinggir kasur sembari melepas jaketnya.
Bagas sering ke kosan ku. dan aku tak pernah mempermasalahkannya.
"ngapain kesini gas?" kataku sambil merayap dikasur untuk kembali mengambil posisi rebahan. lelah bukan main setelah berjalan seharian, belum membesar perutku saja sudah lelah bagaimana nanti?
"mau ketemu kamu lah" kata Bagas
ikut rebahan disamping ku menghadap ku..
mengelus perutku.
senang rasanya! mungkin ini akan menjadi awal anakku diterima Bagas.
"sayang, aku diterima kerja!" kata Bagas masih diposisinya
"skripsi kamu?"
"pakai joki, 2 Minggu kedepan sudah bisa sidang" jawab Bagas semangat
Bagas memang bisa saja pakai joki, orang kaya mah beda~
"kamu kerja dimana?" tanyaku lagi
"aku kerja diperusahaan kelapa sawit, tapi masih probation dan harus kerja dikantor pusatnya daerah Kalimantan" kudengar Bagas cukup antusias atas pekerjaan baru nya.
"jauh banget, aku gimana?" kataku merajuk
"nah itu sayang, sekarang aku lagi mau usaha supaya kelak kita bisa menikah dan punya keluarga yang bahagia. aku butuh support kamu" kata Bagas meyakinkan ku
"iya aku support gas, terus aku hamil gini gimana?"
"digugurkan dulu ya sayang, aku baru mau mulai." kata Bagas masih tetap mengelus perutku yang rata
aku yang kaget atas pernyataan Bagas pun langsung beranjak menjadi posisi duduk
"gas, kok tega banget si?" amarah ku mulai memuncak. sudah lelah, ditambah pernyataan konyol itu
Bagas yang juga tersulut emosinya pun beranjak menjadi posisi duduk menghadap ku
"Lisa! paham Dong! ini juga demi kita! kamu mau aku kasih makan apa anak kita kalau kamu pertahanin anak ini?" kata Bagas meninggi
"gas, mending kamu pulang ya.. aku mau pikirin ini semua" kataku sambil mencium bibir Bagas
kuyakin itu hormon bayi ku
setelah kepergian Bagas, mata ku sudah tidak bisa lagi melihat jelas.
aku memang punya darah rendah, tapi kali ini sungguh pusing~