Lisa POV
aku bercerita tentang apa yang terjadi padaku ke Aldo. tapi reaksinya tak kaget, apa memang betul diriku terlihat murahan hingga tak ayal Aldo biasa saja mendengar penuturan ku?
tapi jika memang begitu adanya, mengapa dia mau menikahi ku?
"Lis, aku sudah 2 kali mengunjungi kosan mu sebelum ini" kata Aldo..
aku menimang kata-katanya, tak jua dilanjutnya
"aku juga sudah pernah bertemu pacarmu saat dia keluar dari kamar ini, dan saat itu juga aku melihatmu tersungkur dilantai dengan pintu terbuka." kata Aldo melanjutkan
aku masih setia menunggu kelanjutan dari kata-kata nya
"dan aku membawakan mu dokter visit saat itu untuk mengecek apa yang terjadi padamu"
"dokter memberiku selamat atas kehamilanmu, aku kaget bukan main Lisa. aku tak tau harus bilang hal ini ke orangtua kita atau tidak" lanjutnya lagi
aku memilih diam mendengarkan
"hari itu, aku yakin untuk menggantikannya menikahimu" jelas Aldo panjang lebar
tanpa sadar membuat air mataku jatuh, ini hormon bayi.. aku sesensitif itu akhir-akhir ini
"Aldo, tapi kandunganku ini bukan milikmu. kamu menerima nya ikhlas?" jelas ku lagi.
sebetulnya aku mengatakan itu untuk memastikan keteguhan Aldo.
padahal, aku sendiri belum yakin untuk tetap menunggu Bagas atau memilih membesarkan kandungan ku bersama Aldo.
"akan aku coba Lis." tanpa aba-aba Aldo mengelus perutku dan itu menenangkan ku.
benar, aku butuh sosok ayah untuk anakku. aku sudah berdosa karena hamil diluar nikah, haruskah aku berdosa juga karena menggugurkan nya?
"Lis, aku akan coba menganggap anakmu adalah anakku. tapi kamu harus jadi sepenuhnya milikku Lis" kata Aldo masih dalam diam ku
"aku kesini untuk melihat kondisimu, kata mama Rita kamu tidak bisa dihubungi. padahal bulan depan kita sudah resepsi" kata Aldo mengingatkan ku
"bulan depan do? sekarang sudah tanggal 26.. bulan depan tanggal berapa? aku tidak tau menahu terkait itu do". kata ku gelagapan
"waktu lamaran kemarin kan sudah diperjelas tanggal nya Lis, kamu nya saja yang memilih tidur" jelas Aldo
"em ini aku bawain s**u coklat, sama vitamin penguat kandungan." kata Aldo membuka tas kerja nya yang ternyata isinya s**u hamil bercampur berkas pekerjaan miliknya.
"kamu tau aku suka coklat?" tanya ku
"dulu kamu suka bawa bekal s**u coklat, kan kamu ngintilin aku terus.. oiya kenapa sih kok demen banget ngikutin aku?" cerca Aldo ingin tau
"karena aku dulu ga percaya sama orang lain, cuma kamu yang aku kenal dari orok. tapi aku malah dijahatin terus, kenapa si benci banget ya?" kataku bertanya balik
"risih aja" jawaban simple Aldo
Aldo beranjak dari duduknya, menuju rak rak yang berada didepan kamar mandi.
tang tang!
bunyi gelas beradu sendok
"diminum yang rutin, habis itu tidur. aku pulang ya, sudah malam" kata Aldo menyodorkan gelas berisi susu
perutku nyeuri bahagia, seperti inikah diperhatikan saat hamil?
"andai Aldo Bagas" kata ku spontan
"aku Aldo, kalau kamu suka besok ku buatkan lagi"
ternyata Aldo mendengar gumaman ku
-
-
pagi ini, seperti biasa aku bersiap berangkat kerja.
tapi kali ini, morningsickness ku parah sekali. hingga tak ada suapan yang dapat masuk ke perutku
kupaksakan berjalan menuju kantor dan sesampainya dikantor, kurebahkan sebentar badanku pada sofa panjang dipojok ruangan kantor.
-
Author POV
kring kring kring!
"'halo, dengan siapa?"'
"Bu Lisa, bu ada telfon, Buu"
"'halo pak, sepertinya Bu Lisa pingsan bagaimana ya?"' jawab rekan kerja Lisa
"'baik pak"'
digoyangkannya minyak kayu putih disekitar hidung Lisa, sudah ada manager dan rekan lainnya yang mengelilingi.
Lisa sadar, dan harus segera bangkit. dikerjapkan matanya untuk dapat beradaptasi dengan cahaya
"Lis, kamu kenapa?"
terdengar suara berat yang mendominasi suara riuhnya kantor
Lisa pun terduduk disofa panjang nya melihat sekeliling nya sudah ada beberapa rekannya
"pak, saya kenapa?" kata Lisa balik bertanya
"loh kamu kok balik tanya, kamu boleh pulang Lisa. calon suami kamu udh izin tadi" jelas atasan lisa
"calon suami?" kata lisa untuk meminta perjelas atas apa yang lisa dengar
"ayo Lisa kita pulang dulu, aku sudah izin"
"Aldo, kenapa disini?" tanya lisa
"tanya tanya nya dirumah ya, kita pulang dulu." dititahnya lisa menuju mobil Aldo
huekk!!
"Lis kenapa?" kata Aldo panik
"bau do"
"apanya? aku?" kata Aldo yang mencium baju nya sendiri
"engga ah"
"bau do"
"iya iya, aku lepas. kamu masuk mobil dulu" kata Aldo menuturkan
setelah Aldo berada dibelakang kemudi, segera Aldo melepas kemeja nya. dan tinggallah badannya yang bisa dibilang berisi kan otot dan sedikit berlemak
Lisa yang melihat Aldo bertelanjang d**a pun merasa tergoyahkan.
"hormon hormon" kata Lisa berucap sendiri
"hormon hamil emang gitu, suka morningsickness kan? sudah makan?" pikir Aldo terkait pingsannya Lisa karena morningsickness berlebih
"iya mual banget, jadi tadi ga kemasukan makanan sama sekali. padahal sudah buat omelette" kata Lisa mengubah haluan
"mau makan apa?" tanya Aldo sambil mengecilkan suhu didalam mobil
"aku pengen makan nasi goreng" kata Lisa
"nasi goreng yang jual pagi pagi kayak gini dimana Lisa?" tanya Aldo kelimpungan
"gatau do, maunya nasi goreng" Rajuk Lisa
"aku buatkan deh ya" Aldo menginterupsi
"bisa?" tanyaku khawatir dapur akan meledak
"coba dulu, mana tau anak kita ketagihan" kata Aldo tanpa memalingkan pandangannya dari jalan
Lisa yang mendengarnya turut senang sembari mengelus perutnya yang masih terlihat rata walau sebenarnya sudah sedikit menonjol
"anak kita?"
"jangan digituin Lis, aku lagi mencoba jadi ayah yang baik nih" kata Aldo
tidak menyangka aldo yang dulu iseng, nakal, egois, manja kini menjadi sosok yang dewasa, membuat nyaman dan tampan.
"cie tertegun, tau gitu nikah sama akunya dipercepat kan?" ledek Aldo
"ish, ayo turun. bawel banget" kata Lisa yang beranjak turun dari mobil Aldo
menyusuri lorong kosannya diikuti Aldo dibelakang nya yang sudah memakai jaket untuk menutupi telanjang d**a nya.