Rowan berusaha mundur perlahan, tapi kabut di sekitar semakin menutup pandangan. Kakinya terhuyung-huyung di atas bebatuan licin, sementara sosok tinggi itu terus mendekat dengan langkah yang pasti.
Rowan: (suara bergetar) "Tidak... Tolong Jangan Serang Aku."
Sosok misterius itu mengeluarkan suara geraman rendah dari dalam dadanya. Mata kuningnya bersinar melalui kabut, mengikuti setiap gerakan Rowan.
Sosok Misterius Mengeluarkan Dengan Suara suara parau) "Kamu seharusnya tidak berada di sini, manusia. Ini adalah wilayah kami.".
Rowan Terus Mundur Seperti Ketakutan Melihat Sesosok Tersebut Cukup Besar, Tangannya Gemetar Sambil Perlahan Mundur Melihat Ciri Ciri Sesosok Misterius Tersebut Yaitu.
CIRI-CIRI FISIK SOSOK MISTERIUS Tersebut:
·Memiliki Tinggi: Sekitar 7 kaki (2,1 meter), menjulang tinggi di atas Rowan.
·Bentuk Tubuhnya: Cukup atletis dan berotot, tidak seperti manusia biasanya. Proporsi tubuhnya sedikit tidak wajar, dengan bahu yang sangat bidang dan lengan yang lebih panjang dan Juga mengesankan kekuatan yang liar dan primitif.
·Mata: Sepasang mata berwarna kuning amber atau keemasan yang menyala dengan intensitas liar. Pupilnya vertikal, seperti mata predator Seperti serigala.
· Bulu/Rambut: Tubuhnya ditutupi oleh bulu (fur) yang pendek, kasar, dan berwarna abu-abu batu atau hitam arang. Bulu ini tampak basah dan lengket.
· Cakar & Tangan: Jari-jarinya panjang dan berakhir dengan cakar hitam yang tebal, tajam, dan melengkung, mirip dengan cakar serigala atau beruang, terlihat mampu mencabik-cabik dengan mudah. Cakar ini mengkilap dan berbahaya bahkan dalam cahaya redup.
·Wajah: Struktur wajahnya memanjang (muzzle) seperti serigala, dengan hidung yang hitam dan basah yang terus-menerus mengendus. Saat berbicara, gigi-giginya yang tajam dan taring yang panjang dan runcing terlihat jelas.
·Kulit: Di area tertentu seperti d**a dan bagian bawah lengan, terlihat kulit yang kasar dan bersisik, seperti kulit serigala yang terluka atau berubah, menambah kesan mengerikan.
·Bau: Mengeluarkan aroma campuran tanah basah, darah kering, dan bulu hewan liar yang menusuk hidung.
·Suara: Suaranya dalam, bergema, dan parau. Terdengar seperti dua suara yang berbicara bersamaan: satu seperti suara manusia kasar, dan yang lainnya seperti geraman hewan dari dalam d**a.
Dan Itu adalah Werewolf
Rowan Menyadari Itu adalah Werewolf, Ia Sambil Berkata Perlahan Mundur: "A-Aku.. Aku Hanya Tersesat, Aku akan Pergi Sekarang juga".
Werewolf Berkata Sambil melangkah maju dengan gerakannya Yang Lambat dan mengancam, Kedua Tangan cakarnya menggores tanah Yang basah “Tersesat…? Hmmm… aku mencium Aura ketakutanmu, Mangsa. Bahasa Yang Hangat Dan Menakutkan, Rasanya segar… dan Juga sangat dekat di depan Mataku, Hahaha.”
Werewolf mendekatinya dengan melangkah , napasnya mengembun di antara kabut Cukup Tebal, membuat Rowan tak bisa bergerak Sama Sekali.
Rowan Segera mundur tumit Kakinya Tiba-tiba terpeleset di tanah licin, suaranya gemetar:
“A-Aku—aku tidak mencari masalah kok Tuan Werewolf! Aku-aku cuma, Aku-aku Cuma ingin mau pulang Saja Kok! Tolong… jangan dekati aku!” Rowan Sambil Ketakutan Dengan Air Matanya Menetes Ke bawah.
Werewolf Kemudian mendekatinya perlahan-lahan, bahunya naik-turun mengikuti napas berat di Hidungnya, Kedua Bola mata kuningnya Cukup menyala Terang:
“Terlambat untuk pulang Ke Tempat Asalmu Mangsaku… Kau sudah melangkah dan Berani masuk ke dalam wilayahku. Manusia Seperti Kamu yang Berani masuk…”
Werewolf menundukkan kepalanya mengendus dekat tanah, lalu menatap Rowan Sebagai Mangsa dengan taringnya terbuka.
“…Sangat jarang Sekali keluar hidup-hidup dan Berakhir Sebagai Santapanku, AWHHOOOOOOO—!!” Dengan Mengeluarkan Lolongan Serigala.
Rowan berteriak Ketakutan Lalu Mengeluarkan Suara Yang sekuat yang ia bisa, suaranya Cukup panik Dengan Suara Yang Sangat Keras "Ahhhhh"
Rowan kemudian Berlari Kencang: “AAAAHHH TOLONG GGG—JANGAN DEKET-DEKET!!”
Rowan Sambil Berlari langsung berbalik sekuat tenaga Yang Ia Bisa, Sambil Melihat Kebelakang Werewolf Tersebut Masih Mengejarnya, Sepatunya menghantam tanah Yang basah di tepi danau Yang Cukup Becek. Kabut tebalnya membuat Pandangannya tampak Tidak Terlihat seperti mimpi buruk yang tak memiliki arah Ketika Rowan Berlari Tanpa Jelas Ke arah mana "Aku Harus Pergi Secepat Mungkin Dari Pandanganya" Rowan Sambil Berlari melihat Menengok Kebelakang.
Setiap langkah Berlarinya Membuat dirinya terpeleset di Daerah bebatuan Yang Sangat licin Hingga Terjatuh, Membuat napasnya sangat pendek dan tersengal-sengal
Di belakang Rowan Tiba-tiba
DUAK! DUAK! DUAK! Langkah berat Nalas Sang Werewolf yang Masih Berlari Mengehatnya menghentakan tanah, jauh Sangat lebih cepat daripada Kecepatan manusia Berlari Kencang pada Umumnya. Suara geraman Werewolf sangat menggema di antara pepohonan dan Bebatuan, semakin Ia dekat setiap detiknya di Depan Rowan Yang Sedang Berlari "Ke sini Kamu Manusia, Dagingmu Cukup Banyak Membuat diriku Kenyang Selama 3 Hari, Awooooh".
.
Rowan Berlari Menuju jalur sempit menuju hutan kecil di samping danau, ranting-ranting basah menampar wajah dan lengannya, tapi ia tak berhenti. "Tidak Aku Ingin Masih Hidup, Tolong Jangan Mengerjarku Tuan" Rowan Berlari sambil memohon.
Werewolf Kemudian mengaum keras dari belakang, suaranya mengguncang udara Sambil Mengeluarkan Lolongannya.
"GGRRRAAAAHHH!!,Awooooh, Larilah Sampai Kamu Lelah, Santapanku, Ahahah" Werewolf Sambil Tertawa.
Rowan Masih Berlari hampir Saja terjatuh ketika kakinya tersandung akar pohon "Aduhhhh, Argh Kakiku"
namun Rowan memaksa tubuhnya bangkit lagi Perlahan. Pandangannya berair, napasnya panas di tenggorokan, jantungnya berdegup begitu keras hingga terasa menyakitkan.
Tanah di bawah kakinya Yang Keseleo bergetar setiap kali Werewolf Itu melompat dan Mulai Mendekatinya Di antara kabut hutan— "DRRAAAKK!!"
Sebuah pohon kecil patah dihantam tubuh Werewolf Yang Cukup Besar.
Rowan menjerit lagi, Ia berlari Dengan Kakiknya Masih Kesakitan, Ia berlari semakin dalam ke rerimbunan pepohonan meski tidak tahu ke mana arah selanjutnya. "Dimana Tuhan Aku Harus Berlari, Argh Lakiku"
Kabut Mulai semakin menutup jalan di depannya, menelan suara, cahaya, serta harapannya.
Werewolf Kemudian mengeluarkan auman panjang yang menggema di seluruh danau dan hutan Sekitar
“GRRRHAAAUUUU—!! Kau tak akan lolos, manusiaaa!, Sekarang Kamu adalah Santapanku”
Aumannya bercampur dengan suara langkah beratnya yang menghentak tanah, membuat dedaunan Di Pohon Sekitar bergetar. Nafas Werewolf Tersebut terdengar seperti hembusan angin panas yang memecah kabut Malam. "Kamu akan Tidak Bisa Lolos, Manusia" Werewolf Sambil Berlari Mengejar Rowan.
Di depan Pandangan Werewolf, Rowan berlari secepat yang bisa, jantungnya Mulai berdetak "Dugh, Dugh, Dugh," begitu keras hingga terasa seperti hendak keluar dari dadanya. Namun dalam kepanikan Rowan tak Sengaja Terjatuh Ia melihat Di Depannya Terlihat akar besar menjulur di tengah jalur hutan. "CRAK!, Gubrak" Rowan Berkata Dengan Kakinya tersangkut Di Akar Pohon Tersebut "Aduh, Sial Kakiku"
Rowan Kemudian terjatuh keras ke tanah, tubuhnya menghantam dedaunan basah dan lumpur. Napasnya Mulai terputus, pandangan Kedua Matanya Mulai berputar. Lututnya terasa Sangat perih, sebagian Kulitnya tergores batu kecil di bawahnya.
Rowan Berkata Kakinya Masih Sakit: “A-aghh!! Sial—!, Kakiku”
Rowan mencoba Untuk bangun, Tiba-tiba Ia mendengar suara langkah berat itu berhenti tepat di belakangnya…
Kemudian Muncul suara pernapasan kasar dan dalam mengalir ke tengkuknya.
Mulai Sangat dekat.
Kabut di sekelilingnya bergetar oleh geraman rendah sang werewolf Tersebut.
Werewolf itu Mulai menerkam dengan kecepatan yang tak bisa diikuti mata manusia.
Dalam satu lompatan besar, "Grahhh" kedua lengan Werewolf Tersebut Yang Cukup besar dan penuh bulu Yang Kasar langsung menjepit tubuh Rowan.
“UGH—!, Sekarang Kamu Tidak Bisa Kabur, Mangsaku, Ahaha” Werewolf Mencekram Tubuh Rowan.
Rowan tidak Bisa berteriak, Sama Sekali, Tubuhnya terangkat dari tanah, napasnya Mulai terhenti oleh tekanan kuat di dadanya. "Dugh, Dugh, Dugh"
Cakar tajam Werewolf Tersebut Mulai menancap di jaket seragamnya Rowan. Werewolf merobek kain Baju Rowan dengan mudah seperti kertas "Sekarang Kamu Tidak Bisa Kemana-mana" Nafas panas werewolf Mulai membelai wajahnya, aroma tanah basah dan darah memenuhi hidungnya.
Rowan tak sanggup lagi melawan.
Tubuhnya Mulai lemas dan Pikirannya Sangat kacau. Pandangannya seperti berputar Mulai menghitam di tepi Penglihatannya
Rowan Terengah-engah, suaranya hampir tak terdengar Sama Sekali
“…Maafkan… Aku… Semuanya…”
Nafas terakhir Rowan Mulai keluar dari paru-parunya sebagai desahan kecil. Ketakutan Rowan yang begitu intens menghabisi seluruh energinya.
Kepala Rowan Mulai terkulai.
Matanya menutup perlahan.
Rowan akhirnya pingsan seketika Ketika Werewolf Mulai Aksinya.