"Diah, katanya tak cinta sama kang Wandi tapi punya anak juga," tukas Lilian sambil membolak balikan majalah remaja kesukaan mereka.
"Sudah lah, Li. Namanya juga sudah menikah pasti lah begituan!" Jawab Widia.
"Tentu saja, kalau tidak begituan ya mana mungkin bisa punya anak?" Sahut Lilian membelalak, "Aku tuh kebayang yah saat dia begituan! Tahu kan Diah selalu memuja artis itu yang idolanya dia...apa jangan-jangan saat mereka bercinta Diah membagangkan wajah si Tom Tom? Haha..." gelak tawa pun terdengar dari balik kamar Widia. Candaan dua remaja itu terasa sedikit fulgar yah mereka sudah 18 tahun lebih dan membicarakan sesuatu yang diabggap tabu bukan lah hal yang benar-benar tabu. Lihat saja di masa itu sosial media tak ada! Telpon pun hanya telpon rumah, dan hanya beberapa rumah saja yang pasang. Acara televisi tak banyak channel hanya satu station TV yang setia dengan warna merah putih. Para orang tua jika ingin meningkatkan gairah mereka harus menyetel vidio yang kasetnya beaar dan tebal. Tak banyak pula yang menyediakan vidio tersebut hanya pernah semarak rental kaset vidio. Tapi anak-anak remaja seusia mereka bisa begitu berimajinasi berhalusinasi membayangkan hubungan percintaan suami dan istri. Dari mana mereka mendapatkannya? Itu hanya sebuah naluri karnwa pada dasarjya, hunungan intim itu tak butuh pelajaran khusus! Anak-anak remaja akan tumbuh dengan pemikiran yang sesuai perkembangannya. Bulu-bulu dibagian tertentu yang melebat, d**a yang membesar serta siklus menstruasi yang normal membuat nya menjadi tumbuh sebagai individu yang berbeda dari yang ke dua orang tuanya kenal.
Lama sudah perjalanan sunyi itu hinggap, satu persatu teman memilih jalannya masing-masing. Herlin akhirnya terdengar kabar dia jadi menikah denga Anton lelaki yang dipacarinya secara backstreet dan kerap kali mereka berdua menghabiskan waktu menumpang pacaran di rumah Widia yang sering tak ada orang. Ibu nya Widia yang sering pergi berkeliling menawarkan barang atau menagih arisan, bapa nya yang bertani hingga pulang sore maka Herlin dan Anton sering sekali mereka berjanji bertemu di situ. Mereka kadang membuat Widia merasa jenuh, cara pacaran mereka yang tak tahu malu membuat kesal teman-teman juga! Ingin rasanya mengusir tapi apalah daya persahabatan menjadi bagian yang sangat penting kala itu perasaan takut meninggung sangat besar dibandingkan rasa malu dari diri pasangan tersebut iya Helin dan Anton.
Di balik kemesraan Anton dan Herlin yang begitu diagungkan tersimpan sedikit misteri kisah ledua nya. Herlin sangat setia pada Anton yang merupakan lelaki playboy yang membuat ke dua orang tua Herlin tak pernah menyetujui hubungan mereka. Setiap kali Herlin berbohomg agar mereka bisa saling bertemu. Berkali-kali pula Herlin ditempa masalah saat dia ketahuan ibu nya sedang membuat janji dengan Anton bahkan tak segan-segan tamparan mendarat di pipi Herlin yang hitam manis itu. Luka tamparan bukan lah alasan untuk mundur Herlin semakin menunjukan sikap keras kepada ke dua orang tua nya dia semakin menjadi. Berawal dari pindah sekolah agar di jauhkan tapi malah Anton menyusulnya pula ke tempat Herlin tinggal akhirnya mereka pun semakin trang trangan saja dan membuat orang tua Herlin menyerah kalah.
Suatu ketika Herlin mampir ke rumah Lilian, seperti biasa Herlin mengajak Lilian mengantarnya untuk bertemu Anton tapi Lilian menolak dengan alasan dia tidak di izinkan ke luar dan sejak tidak sekolah alasan ke luar rumah menjadi cukup sulit baginya. Lalu Herlin yang telah biasa pergi akhirnya memutuskan pergi sendiri dia pamit dan bilang bahwa orang tua Anton ingin bertemu dengannya. Berbanding terbalik dengan orang tua Herlin bahwa ibu dan ayah Anton sudah sejak lama merestui hubungan mereka. Kedatangan Herlin ke rumah Anton bisa jadi hal yang paling berharga bagi Herlin, tapi kabar yang dia dapatkan kali ini sangat mengejutkan. Anton berkata bahwa dia sudah menghamili perempuan lain! Iya perempuan kecil masih usia sekolah itu hamil dan menuduhkan kepadanya. Anton sudah berkata jujur kepada Herlin bahwa dia akan bertanggung jawab atas kehamilan Vivi walau menurut Anton dia hanya menjadi pihak tertuduh karena menurut nya bisa saja lelaki lain yang tidur dengan Vivi. Benar, Vibi hidup dilingkungan yang bebas, ibu nya yang janda cantik yang sering berganti suami dan setiap suami berbeda melahirkan pula anak yang berbeda. Semua itu diperkuat oleh cinta suci Herlin pada Anton, dia mengatakan bahwa Anton boleh menikahi gadis itu dan tetap bertanggung jawab pada anaknya.
Begitu besar hati Herlin, dia sangat mencitai Anton sehingga rela menutup aib nya. Herlin sudah punya mental yang kuat, hatinya sekuat baja. Baginya kejujuran Anton atas pengakuan kesalahannya itu saja sudah cukup membuat dia yakin akan cintanya. Lalu apa yang akan terjadi pada ke dua orang tua Herlin setelah tahu bahwa lelaki yang dicintai anak nya menikahi perempuan lain hanya untuk bertanggung jawab atas kehamilannya? Sudah dapat dibayangkan malam itu pertengkaran sengit pun terjadi, tamparan, jambakan rambut lebat Herlin itu bukan lah penyebab rasa sakit. Sama sekali Herlin tak merasa sakit! Dia menangis bukan karena sumpah serapah dari ibu nya tapi air matanya hanya untuk Anton, dia sangat yakin bahwa Anton tidak mungkin mengkhianati cintanya, Antos sudah sangat setia selama 3 tahun bersamanya. Meskipun selama 3 tahun itu Herlin cukup sering mendapat kiriman surat tanpa nama dari para wanita yang mengatas namakan pacar Anton. Bukan satu orang tapi bisa beberapa orang dan terakhir Vivi remaja putri usia sekolah itu mengaku dihamili oleh Anton.
Berhenti sebuah mobil kijang di depan rumah Lilian, kala itu Lilian akan menyebrang ke rumah nenek nya yang bersebrangan dengan rumahnya. Seseorang memanggilnya dari dalam mobil dan membukakan kaca mobilnya. Baiklah Lilian yang masih belum berubah sejak lulus SMA masih saja polos meski pernah berkali-kali menjalin hubungan tetap saja cintanya hanya cinta remaja tak seserius itu tak sampai pada arah menuju pernikahan dan kelihatannya dia seperti anteung saja menjoblo! Lilian mendongok kan kepalanya ke dalam mobil, dia tertawa lebar saat melihat Herlin dan Anton di dalam nya bersama seorang anak kecil usia satu tahun berdiri ditengah, Lilian menyentuh anak itu hanya dengan menjulurkan tangannya. Mereka saling mengobrol sejenak tapi tak lama Herlin dan Anton pun kembali berlalu.
Perjuangan cinta Herlin dan Anton yang melegenda itu akhirnya berakhir pula dipelaminan tapi rasanya para sahabat tak diundang! Tahu-tahu Herlin sudah membawa anak lelaki sekitar satubtahun saja, lama rasanya tak mendengar kabar! Padahal mereka masih satu wilayah memang tidak satu kampung tapi paling juga hanya butuh waktu 10 menit saja untuk saling berkunjung meski begitu tetap saja jarak terbentang jika sudah ada ikatan pernikaha. Iya, pernikahan yang akan berapa lama kuat bertahan? Pernikahan yang tidak ada doa di dalamnya tidak ada restu orang tua dan keluarga Herlin, pernikahan yang jadi kebanggan sepihak isi nya adalah kutukan!
"Hai...,pernah dengar gosip ga?" Tanya suara dibalik telpon.
"Gosip apa?" Balasnya kemudian.
"Yah, gosip tentang aku. Mungkin kamu udah dengar orang bergosip aku menikah dengan salah satu pejabat di sini!" Jelas nya lagi.
"Mm...tidak tahu, rasanya aku ga denger! Kamu tahu lah aku kan jarang ada di kampung aku sudah lama di luar kota sejak tahun 2000, jadi....jarang tahu juga gosip yang terjadi di sini!" Jelas nya lagi.
"Iya, syukurlah! Di sini orang-orang ramai menggosip! Aku memang dekat dengan si dewan tapi itu karena dia berbisnis dengan bapak ku, iya bisnis kayu! Jadi kami sering jalan bareng, tapi orang-orang malah menganggap kami punya hubungan dan bilang menikah!"
Dalam hati Lililan berfikir penjelasan Herlin itu membingungkan. Lilian mengetahui hubungan suami istri Herlin dan Anton, kisah mereka, cinta sejati mereka! Tunggu...!! Lalu kenapa Herlin sendiri bilang dia digosipkan menikah sama si dewan? Siapa juga si dewan itu? Apakah Herlin dan Anton udahan?? Berbagai gejolak hati itu terus menari-nari di kepala Lilian, jujur saja sudah sejak lama mereka tak jalan bareng bisa dibilang sejak Herlin menikah dengan Anton lelaki pilihannya sejak SMA sekitar tahun 1996 dan sekarang sudah 2011 hitung berapa lama? Memang sudah ada alat komunikasi tapi terakhir ketemu saling minta pin bb pun saat Lilian masih uras urus kuliah dan Herlin bekerja di bagian administrasi kesehatan status nya masih pegawai honor. Kala itu tak banyak cerita, tak juga chattingan hanya kabar terakhir Anton bekerja menjadi TKI itu saja!
Acara reunian sekolah SMP saat itu membuat Lilian bertemu dengan Herlin karena mereka sudah berkawan sejak SMP berbeda dengan ke dua teman lain nya Diah dan Widia yang hanya satu kelas saat SMA. Sungguh tak dinyana! Herlin datang diantar dengan lelaki yang aku rasanya kenal! Lelaki itu seseorang yang sangat berwibawa di kampung nya! Baik lah tenang! Pikir Lilian!
"Aku diantar sama si dewan!" Bisik Herlin.
"Oow...kenapa ga disuruh turun?" Tanya Lilian pura-pura tidak paham.
"Malu katanya, malu oleh mu." Jawab Herlin sambil berbisik dan umat imut setengah malu sengahnya bangga.
Tak banyak pertanyaan yang dilontarkan Lilian, cukup mengetahui dan mengira-ngira. Bagaimana mungkin orang tidak bergosip? Pikir Lilian dalam hati, jika mereka berdua satunya beristri dan satunya bersuami lalu berjalan berdua alasan mengantar dan rapat panitia reunian itu tak sebentar dan itu habis magrib loh sampai jam 10 malam. Lalu Herlin pulang malam-malam dengan lelaki itu yang bukan suaminya itu? Lalu orang-orang sekitar para tetangga bergosip? Ya, ya, sepertinya gosip memang hanya asap setelah api padam. Si dewan itu dia memang tetanggan sama Herlin dan dia pun berbisnis dengan ayahnya Herlin mungkin sehabis rapat ini mereka ada "bisnis" lain dengan keluarga Herlin.
Berbagai pertanyaan selalu berkecamuk bagi seseorang yang merasa jalan paling lurus seperti Lilian. Iya, tentu saja dia seorang sarjana, dia berpendidikan segala ucap dan tinggahnya diperhatikan orang. Dia sangat menjaga dirinya agar selalu bersikap benar, dia selalu setia pada suaminya dan dia selalu melibatkan banyak hal dengan suaminya. Suami baginya lebih dari teman tidur tapi teman segala hal, dikala susah dan sedih, karena itu semua yang terjadi yang dia dengar selalu dia ceritakan pada si suami termasuk apa yang baru saja dia lihat tentang Herlin.
Tak lama kemudian kabar pun semakin merebak bukan gosip lagi ternyata kisahnya sekampung sudah jadi berita hot kabar paling viral bahwa Herlin menikah dengan si dewan sebagai istri yang ke 3. Mereka menikah di sebuah hotel berbintang, banyak kabar buruk yang sampai ke telinga Lilian bahkan istri pertama si dewan itu adalah sahabat dekatnya Herlin mereka satu kampung. Lilian menarik napas panjang dia menggeleng-geleng bertanya ke sana ke mari jawaban nya benar. Lalu Anton? Ternyata mereka sudah lama berpisah, Anton sejak kembali menjadi TKI dikabarkan sudah mencium bau perselingkuhan Herlin dan si dewan awalnya Anton berpikir bahwa mereka hanya berbisnis tapi beberapa fakta menjelaskan bahwa "bisnis" itu hanyalah sebuah "bisnis"!
Sejak kepulangan Anton bekerja menjadi TKI, rupanya hubungan suami istri itu tidaklah seharmonis masa pacaran dulu. Masih inget benar saat Herlin rela janjian di luar rumah, ke luar rumah sehabis magrib dengan alasan membeli bakso atau mengaji padahal aslinya mereka berdua bertemu dengan sembunyi-sembunyi. Ada yang menyaksikan mereka bertemu didekat kandang ayam tak perduli dengan bau kotoran, ada yang mendapati mereka dipinggir jembatan padahal sangat gelap dan sepi sampai tangan ibu nya Herlin melayang di pipinya pun tak jadi halangan untuk memperjuangkan hubungan itu. Lalu setelah menikah? Apa hanya sampai situ saja? Apa hanya sekuat itu?
"Anton menuduhku berselingkuh! Padahal dia sendiri yang selingkuh selama di negri orang." Tegas Herlin saat bertemu Lilian. "Benar apa yang dikatakan orang tua ku, semua aku rasakan sekarang. Dia selalu menyakiti ku, pantas saja dari dulu orang tua ku tak pernah setuju," lanjutnya lagi. Lilian hanya diam menyimak saja dalam hatinya bergumam sudah saya duga ini akan terjadi lambat laun! Yang tak habis fikir kenapa malah akhirnya Herlin mengambip resiko dengan membalas hal yang sama? Dia malah mau dijadikan istri muda tetangganya? Dia di jambak, dihina, dicaci bahkan dihapus dari kepegawaian nya sejak menikahi lelaki itu? Sejenak Lilian menarik napas dalam-dalam, apa sebenarnya yang terjadi? Tapi ya sudahlah itu urusan mereka bisik nya dalam hati. Lalu pengakuan Anton pun berbeda dengan Herlin, ingin rasanya menepuk jidat keras-keras!
"Saya menemukan alat kontrasespsi di kamar di dalam laci! Saya juga sudah sering mendengar kabar Herlin pergi dengan lelaki itu! Sejak saya pulang ke lndonsia saya gak langsung pulang menemui dia. Saya mengintai apa yang terjadi apa yang dikatakan orang. Saya lelaki!" Selas Anton.
Lilian tak pernah menanyakan sejauh itu, mereka berdua punya alasan saling membela diri siapa yang benar siapa yang salah? Waktu terus berjalan bertahun berlalu tak terdengar lagi kabar Herlin sejak menjadi madu dia meninggalkan banyak hal bahkan setelah bertahun-tahun mengontrak sana sini baru dia diterima kembali dilingkungannya. Dan Anton kabar buruk nya dia sudah tiada meninggal karena penyakit langka dan koma selama bertahun-tahun pun setelah kembali bekerja sebagi TKI.
Kehidupan memang kadang tak berjalan dengan mulus apa yang dicita-citakan oleh manusia, yang dirasakan oleh hati terkadang tak mampu bertahan seperti yang dibayangkan. Semua kebohongan dan kepalsuan tidak pernah berakhir dengan sempurna ke duanya akan bersebrangan, Herlin akhirnya di ceraikan kembali oleh lelaki itu dan dia kembali pada istri pertamanya setelah dimaafkan apalagi anak-anaknya yang sudah besar bahkan sudah kuliah hingga mereka bisa bersatu kembali tanpa orang ke 3 dan ke 4. Anton yang dulu berperawakan gagah dan berwajah tampan hampir tak mampu dikenali saat foto terakhirnya sedang koma sebelum tiada disebar dihalaman f*******:. Itulah yang terjadi semua hanya kepalsuan semua hanya butuh pembelaan dan jalan hidup sangat sulit diprediksi kecuali bagi mereka yang benar-benar ingin tetap jujur dan berjalan dengan lurus sebelum ada jurang curam yang harus dilompati.