Daftar barang Shalter berkembang lebih cepat daripada tas yang disiapkan. Ia ingin membawa bola, gambar mobil, beberapa pensil, serta benda yang bahkan tidak diperlukan untuk perjalanan. Sabelle memeriksa bersama sambil membedakan barang penting dan barang yang hanya terasa menyenangkan untuk dipikirkan. Mereka tidak sedang mengemas seluruh rumah agar putranya tidak perlu menghadapi tempat berbeda.
Peter datang pada waktu persiapan yang disepakati, bukan untuk mengubah rumah menjadi tempatnya kembali tinggal. Ia membawa rincian yang sudah diperiksa, memastikan pemesanan sesuai rencana, serta meninjau waktu berangkat dan pulang bersama Sabelle. Setelah bagian dewasa selesai, Shalter diajak memeriksa hal yang perlu diketahuinya. Tidak ada jadwal rahasia yang akan dibuka sebagai kejutan setelah Mommy tidak berada di dekat.
'Kita tidak harus mencoba semua,' kata Peter ketika anak menunjuk beberapa keinginan sekaligus. 'Kita pilih yang cocok dan lihat bagaimana tenagamu nanti.'
'Kalau aku capek duluan?'
'Kita istirahat. Bukan perjalanan untuk membuktikan siapa paling kuat.'
Shalter tertawa, lalu kembali memilih. Ketika Peter menanyakan apakah gambar mobil ingin dibawa atau disimpan aman di rumah, anak itu memegang kertas lebih erat. Gambar tersebut sudah pernah diperlihatkan pada pertemuan pertama mereka dan tetap menjadi miliknya. Ia memutuskan menyimpan, membawa pensil serta buku yang lebih mudah digunakan. Peter tidak tampak kecewa karena benda yang pernah ditunjukkan tidak dijadikan hadiah untuknya.
Di tengah persiapan, Shalter tiba-tiba bertanya mengapa dahulu Daddy tidak datang saja sesudah mendapat uang. Peter mengangkat wajah. Ia dapat merasakan Sabelle berhenti menulis, tetapi tidak meminta perempuan itu menjawab sebagai ganti. Pertanyaan tersebut telah mempunyai banyak bentuk selama mereka kembali berhubungan. Nama Disneyland membuat bentuk lamanya muncul lagi, lengkap dengan penjelasan yang pernah dipercayai anak.
'Dulu kamu mendengar aku pergi untuk menyiapkan perjalanan,' kata Peter. 'Tapi aku pergi karena memilih pekerjaanku dan menghindari pembicaraan dengan Mommy. Aku seharusnya tetap menghubungi serta menjagamu. Bukan kamu yang membuatku pergi.'
Sabelle menambahkan bahwa dahulu dirinya mengatakan hal mengenai uang karena belum tahu bagaimana menjelaskan kepergian Peter. Ia ingin menenangkan, tetapi penjelasan tersebut membuat anak menunggu dengan cara yang tidak sesuai keadaan. Ia meminta maaf tanpa meminta Shalter memahami bahwa Mommy sedang terlalu sedih. Putranya berhak mengetahui bagian yang salah tanpa harus menghibur orang yang mengatakannya.
'Jadi Mommy juga salah bilang?'
'Ya. Aku seharusnya memberi jawaban yang lebih jujur sesuai yang kuketahui. Sekarang kalau ada yang belum pasti, aku akan mengatakan belum pasti.'
Shalter duduk diam, memegang ujung buku. Ia mengatakan dirinya marah karena pernah menghitung kapan Daddy cukup bekerja. Peter mendengar tanpa menambahkan bahwa sekarang perjalanan akhirnya akan terjadi sehingga kemarahan boleh selesai. Sabelle juga tidak meminta anak melihat seluruh kebaikan keluarganya sebelum menilai satu penjelasan yang salah. Mereka memberi waktu sampai Shalter kembali bertanya.
'Kalau aku masih marah, aku boleh ikut?'
'Boleh,' jawab Peter. 'Perjalanan ini bukan hadiah karena kamu mengatakan semuanya sudah baik.'
'Aku mau ikut, Daddy. Tapi aku masih marah sedikit sekarang.'
'Aku dengar.'
Persiapan dilanjutkan setelah anak memilih istirahat sebentar. Ia minum dan membawa buku ke kursi lain, meninggalkan orang dewasa memeriksa rincian yang tidak perlu didengarnya. Peter memastikan nomor yang digunakan untuk menghubungi Sabelle mudah ditemukan. Mereka membicarakan bagaimana anak meminta bicara dengan Mommy, bukan membuat telepon menjadi penilaian apakah ia cukup nyaman bersama Daddy.
Sabelle menanyakan bagaimana jika ada orang mengenali Peter di tempat umum. Ia mengatakan akan menolak kebutuhan foto yang mengganggu pendampingan anak dan mengikuti pengaturan yang telah diperiksa. Tidak ada jaminan semua orang tidak memperhatikan. Mereka hanya memastikan perjalanan tidak ditawarkan kepada media, tidak ada unggahan lokasi anak secara langsung, dan kebutuhan Shalter tetap lebih penting daripada keramahan kepada orang yang meminta perhatian.
Sesudah Peter pergi, Shalter mengeluarkan barang yang sempat dimasukkan terlalu banyak. Bola tetap di rumah. Ia memilih buku, pensil, serta kebutuhan yang telah diperiksa bersama. Sabelle membantu menaruh pada tempat mudah diambil, lalu menunjukkan daftar yang dapat dicentang tanpa mengharuskan anak mengingat semuanya sendiri. Persiapan menjadi kegiatan yang dapat dikerjakan, bukan hanya pertanyaan kapan janji akan benar.
Frank menelepon menanyakan apakah mobil karton juga akan dibawa. Shalter menjawab tidak, karena tidak ingin bodinya kembali tertekan di dalam tas. Ia meminta Grandpa menjaga kalau suatu hari berkunjung sebelum mereka pulang. Frank mengatakan barang itu dapat tetap berada pada tempatnya, tidak perlu dipindahkan ke bengkel. Mereka tertawa membicarakan pita kuning yang sekarang lebih kusut daripada ketika pertama dipasang. Setelah sambungan selesai, Shalter memeriksa sekali tempat menyimpan mobil, lalu membiarkannya. Ada hal yang boleh menunggu di rumah tanpa berarti dirinya harus tetap berada di sana untuk menjaganya.
Malam sebelum keberangkatan, Shalter kesulitan tidur. Ia memanggil Mommy untuk menanyakan waktu, meskipun sudah melihat jadwal. Sabelle menjawab, duduk sebentar, lalu menanyakan apakah ia terlalu bersemangat atau takut. Anak itu mengatakan keduanya. Ia ingin segera berangkat dan takut Daddy mendapat pekerjaan yang membuatnya tidak jadi datang.
'Kalau ada perubahan, orang dewasa harus memberi tahu,' jawab Sabelle. 'Untuk sekarang rencana yang sudah dipastikan tetap berjalan. Kamu tidak perlu berjaga semalaman supaya Daddy ingat.'
Anak itu memegang tangan ibunya sebentar. Ia tidak diminta mengaitkan kelingking sekali lagi agar janji terdengar lebih kuat. Yang dibutuhkannya bukan pengulangan gerak, melainkan orang yang datang pada pagi yang ditentukan. Sabelle menunggu sampai ia lebih tenang, kemudian memadamkan lampu sesuai kebiasaan.
Di tempatnya, Peter memeriksa tas dan waktu keberangkatan, memastikan pekerjaan sudah diserahkan sebagaimana rencana. Ia mengirim konfirmasi terakhir kepada Sabelle tanpa membangunkan Shalter untuk mendengar suara ayah. Telepon kemudian diletakkan dekat barang yang akan dibawa. Besok ia tidak perlu menjadi penyanyi yang disukai semua orang. Ia perlu menjadi ayah yang benar-benar berada di pintu ketika putranya bangun menunggu perjalanan yang pernah dijanjikan bertahun-tahun lalu.