Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Arnie khan
Aku tahu sejak awal bahwa menikahi Dimas berarti menerima segala kekurangannya. Termasuk kaki yang tidak lagi sempurna setelah kecelakaan. Aku tidak pernah peduli ketika orang-orang memandangnya dengan iba. Aku juga tidak peduli ketika dia kehilangan pekerjaannya dan kami harus meninggalkan rumah kecil kami untuk tinggal bersama keluarganya. Aku pikir, selama kami saling memiliki, semuanya akan baik-baik saja. Ternyata aku salah. Di rumah itu, aku diperlakukan seperti pembantu. Suamiku bahkan diperlakukan lebih buruk. Kakaknya sendiri menyuruh Dimas mencuci mobil, lalu memberinya uang dua puluh ribu rupiah sebagai upah. Aku melihat Dimas menerima uang itu tanpa membantah. Tapi ada sesuatu yang aneh. Setiap kali keluarganya menghina Dimas, pria itu tidak pernah benar-benar marah. Dia hanya diam. Seolah-olah semua penghinaan itu tidak penting. Seolah-olah dia sedang menunggu sesuatu. Aku mulai menyadari kejanggalan-kejanggalan kecil. Dimas yang katanya sudah kehilangan pekerjaan ternyata masih menerima telepon dari seseorang yang memanggilnya dengan sebutan yang tidak biasa. Dimas yang katanya tidak punya uang terkadang terlihat begitu tenang ketika membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan perusahaan. Dan yang paling membuatku takut... Dimas pernah terbangun tengah malam karena mimpi buruk tentang kecelakaan yang membuatnya pincang. Apa yang sebenarnya terjadi pada malam kecelakaan itu? Dan kenapa Dimas, seorang pria yang dianggap tidak berguna oleh keluarganya sendiri, seolah-olah menyimpan rahasia yang tidak boleh diketahui siapa pun? Aku hanya tahu satu hal. Aku menikahi Dimas ketika semua orang menganggapnya sudah tidak memiliki masa depan. Tetapi semakin lama aku mengenalnya... semakin aku merasa bahwa pria yang mereka hina itu bukanlah Dimas yang sebenarnya.