Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh kheisya
Prolog: Maafkan Putrimu, AyahHujan turun dengan deras malam itu, membasahi jalanan ibu kota yang sudah lama tak menyisakan tempat bagi mereka yang tersesat. Di sebuah kamar sempit, seorang gadis duduk di sudut ruangan, menggenggam pena dengan tangan gemetar. Selembar kertas kusut tergeletak di hadapannya, berisi kata-kata yang belum terselesaikan."Ayah, apakah kau pernah merindukanku? Ataukah aku sudah benar-benar terhapus dari hatimu?"Tetesan air jatuh dari matanya, mencoreng tinta yang belum kering. Di meja reyot di sampingnya, puluhan surat bertumpuk rapi—semuanya tak pernah terkirim. Surat-surat yang ia tulis setiap kali rindu menyiksanya, setiap kali tubuhnya melemah karena penyakit yang perlahan merenggut nyawanya.Aisyah menarik napas dalam-dalam, berusaha mengabaikan rasa sakit di dadanya yang semakin sering datang tanpa peringatan. Lima tahun telah berlalu sejak malam ketika ia berlari meninggalkan rumah, diusir oleh sosok yang seharusnya melindunginya. Lima tahun sejak ia memilih kebebasan dengan harga yang begitu mahal—kesepian, kemiskinan, dan penderitaan yang tak pernah benar-benar pergi.Di suatu tempat yang jauh, seorang pria duduk di ruang tamu rumah yang kini terasa begitu sepi. Jemarinya yang kasar menggenggam bingkai foto lama, memperlihatkan seorang gadis kecil dengan senyum yang dulu selalu menghangatkan harinya. Harun menatap foto itu lama, hatinya penuh dengan sesuatu yang sulit ia namai—rasa kehilangan, kemarahan pada diri sendiri, atau mungkin penyesalan yang datang terlambat.Ia telah mengusir putrinya sendiri.Dan kini, di sudut kota yang berbeda, Aisyah menuliskan surat terakhirnya. Surat yang mungkin takkan pernah sampai ke tangan ayahnya, tetapi tetap ia tulis dengan hati yang penuh harapan."Ayah, jika suatu hari aku pergi sebelum sempat meminta maaf, tolong jangan benci aku selamanya."Tinta berhenti mengalir, pena jatuh dari genggamannya. Di luar, suara sirene ambulans meraung di kejauhan, tetapi bagi Aisyah, semuanya mulai terasa sunyi.Di antara hujan dan penyesalan, ada cinta yang tak pernah benar-benar hilang.ic_default
Karena kamu suka Romansa, mungkin kamu suka ini juga:
Romansa