Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Lintang Cakrawangsa
Panji Asmara, 22 tahun, anak muda Klaten yang lebih fasih mixer audio ketimbang gamelan, terjebak mewarisi "Wayang Sumirat" — paguyuban wayang kulit milik kakeknya, Mbah Carito, yang dulu termasyhur tapi kini cuma manggung di hajatan sunatan dengan penonton yang bisa dihitung jari dan kotak amal yang lebih sering kosong. Panji sebenarnya ingin kabur ke kota jadi sound engineer, tapi setelah tangan kanan Mbah Carito makin gemetar memegang cempala dan utang sewa kelir menumpuk, ia terpaksa naik jadi dalang darurat — modal nekat, hafalan setengah, dan kuping yang lebih peka pada beat ketimbang suluk. Tanpa sengaja, ia mencampur narasi lakon dengan gaya stand-up dan menyelipkan sampling suara gamelan lewat alat yang ia bawa; anak-anak muda yang biasanya cuma lewat tiba-tiba berhenti dan tertawa. Tapi setiap kali Panji "mengakali" wayang supaya laku, para sesepuh dan donatur tradisi — yang selama ini menjaga Sumirat tetap bernapas justru karena kemurniannya — merasa dikhianati. Panji terjepit di antara dua penonton yang mustahil disenangkan sekaligus: yang muda hanya datang kalau ia melanggar pakem, yang tua hanya membayar kalau ia menjaganya. Menyelamatkan grup dengan satu cara berarti membunuhnya dengan cara yang lain, dan Panji harus memilih warisan mana yang ia teruskan — bentuknya yang utuh, atau ruhnya yang hidup.
Karena kamu suka Komedi · Drama, mungkin kamu suka ini juga:
Aksara
CEO & Bos · Drama