Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Larasati Wening
Di Kampung Watu Lawang, tenun ikat gedog yang dikerjakan turun-temurun di atas alat tenun bukan mesin sedang sekarat: penenun tua satu per satu berhenti, anak muda merantau ke pabrik garmen di kota, dan harga benang terus naik sementara kain tangan kalah murah dari kain printing pabrik. Sekar Ayuningtyas, 26 tahun, pulang dari kota setelah neneknya—Mbah Sumirah, pewaris motif "lungsin tujuh gunung"—jatuh sakit dan bengkel keluarganya terlilit utang ke tengkulak benang. Sekar yang sempat bekerja di butik kota memahami selera pasar modern, tetapi para penenun senior menolak segala perubahan pada pakem motif sakral. Ketika seorang ahli waris konglomerat garmen menawarkan "lisensi" untuk mencetak motif kampung itu di kain pabrik—uang besar yang bisa melunasi utang sekaligus mematikan tangan-tangan penenun—Sekar harus memilih: menjual jiwa kampung demi bertahan, atau menemukan jalan ketiga yang membuat tenun tangan hidup di pasar mode tanpa kehilangan akarnya. Ini bukan cerita pencurian desain; ini drama tentang siapa yang berhak menentukan masa depan sehelai kain, dan harga yang dibayar untuk naik kelas dari bengkel kecil ke panggung mode.
Karena kamu suka Fashion · Drama, mungkin kamu suka ini juga:
Aksara
CEO & Bos · Drama