Aksara memuat novel & drama bertema dewasa (romansa, kekerasan). Dengan lanjut, kamu menyatakan berusia 17 tahun atau lebih.

oleh Raka Sembada
Pemicu kiamatnya bukan ledakan, abu, wabah, atau mati listrik—melainkan KEKERINGAN EKSTREM yang datang perlahan: pola hujan global runtuh, muson tak pernah kembali, waduk jadi cekungan retak, dan air tanah disedot habis sampai sumur menelan udara. Dunia tidak berakhir dalam semalam; ia mengering pelan-pelan sampai air bersih jadi mata uang paling mahal di muka bumi. Cerita berpusat pada Wira Atmaja, operator senior Instalasi Pengolahan Air (IPA) Cikalong yang memasok air ke sebuah kota menengah di pesisir utara Jawa. Selama tiga tahun ke-marau panjang, kota itu masih hidup karena IPA-nya menyaring sisa-sisa air payau dan menampung embun. Tapi sumber baku menipis, pipa-pipa dijarah, dan ketika otoritas darurat memutuskan menjatah air per kepala—siapa diberi, siapa dipotong—instalasi yang dijaga Wira berubah dari fasilitas publik menjadi benteng yang diincar geng penjarah, kartel air gelap, dan bahkan pemerintahan darurat sendiri. Membumi: tidak ada monster, tidak ada zombi, tidak ada kekuatan kosmik. Musuhnya adalah dehidrasi, garam, korosi, debu, demam, dan manusia lain yang juga ingin hidup. Aturan dunia konsisten dan teknis: kimia penjernihan, batas filter membran, ekonomi barter, dan matematika kejam tentang berapa liter sehari yang membuat seseorang bertahan atau mati.
Karena kamu suka Apocalypse · Survival, mungkin kamu suka ini juga:
Gilang Mahardika
Apocalypse · Misteri & Thriller